Apa Itu Asuransi? Dan Apa Keuntungannya?

Asuransi sering dikaitkan dengan berbagai macam hal, dari mulai kematian, kesehatan hingga hari tua. Bahkan kita juga mungkin tak jarang banyak sales asuransi yang dengan sigap menawarkan kita untuk mendaftar pada program tersebut. Lantas, sebenarnya apa itu asuransi?

Pengertian Asuransi Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Adanya program asuransi tentu tak berjalan dengan sendirinya. Ini sudah diatur dalam Undang-Undang. Sementara untuk pengertian asuransi juga telah disebutkan dalam pasal 246 KUHD. Secara singkat, asuransi merupakan penjanjian yang dibuat di mana seorang penanggung akan mengikat dirinya pada orang yang tertanggung dengan mendapatkan premi.

Ini dilakukan guna mendapatkan pengganti akibat kerugian,kerusakan, kehilangan hingga hilangnya keuntungan akibat suatu peristiwa tertentu.

Lalu, untuk undang-undang yang mengatur mengenai usaha perasuransian sudah diatur pada UU No 2 tahun 1992. Tepatnya berdasarkan sejarah akuntansi ini, ditetapkan pada tanggal 11 februari 1992. Dalam peraturan tersebut telah disebutkan juga pada asuransi atau pertanggungan merupakan perjanjian yang dibuat antar ke dua belah pihak, atau lebih. Di mana pihak si penanggung akan mengikat diri pada yang tertanggung.

Sebagai gantinnya ia akan mendapatkan premi asuransi guna memberikan pengganti pada yang tertanggung akibat adanya kerugian, kerusakan, hingga hilangnya keuntunggan.

Jadi, sudah sangat jelas bahwa asuransi dan pengadaan lembaganya sudah diatur jelas oleh pemerintah. Sehingga dalam berjalannya program tersebut. Baik masyarakat atau lembaga harus sama-sama menyadari bagaimana menjalankan dan menggunakannya dengan tepat.

Mengapa dengan tepat? Karena tak sedikit asuransi yang malah digunakan tidak tepat sasaran atau mempersulit para penggunannya. Ini tentu disebabkan karena berbagai macam hal. Apakah ada kesalah pahaman saat memahami bagaimana sistem tersebut akan berlaku nantinya. Atau bisa juga disebabkan adanya kecacatan dalam pembayaran premi

Dasar dan Unsur Asuransi

Asuransi juga memiliki dasar dan unsur yang harus dipenuhi. Untuk dasar yang digunakan pada perjanjian asuransi yaitu mengelakkan resiko dengan membebankan nya pada orang lain. Sementara unsur yuridis asuransi yaitu:

  • Adanya pihak yang tertanggung, yaitu pihak yang kepentingannya akan diasuransikan
  • Adanya pihak penanggung, yaitu pihak yang perusahaan asuransinya akan menjadi penjamin, dan membayar ganti rugi
  • Adanya perjanjian asuransi, dilakukan antara penanggung dan tertanggung
  • Adanya pembayaran premi, dilakukan oleh tertanggung pada si penanggung
  • Adanya kerugikan, kerusakan hingga hilangnnya keuntungan yang dialami oleh si tertanggung
  • Adanya peristiwa yang tak pasti namun suatu waktu akan terjadi

Sementara itu, untuk jenis asuransi sendiri ada berbagai macam jenisnya. Tidak hanya asuransi kesehatan saja, yang sudah sangat umum diketahui. Bila dalam program asuransi pemerintah. Beberapa fasilitas asuransi yang akan diberikan diantaranya, asuransi tunjangan untuk hari tua, tunjangan kecelakaan dan yang lainnya.

Nah, bila dalam pasal 247 KUH, asuransi sendiri terdapat 5 jenis yaitu:

  1. Asuransi kebakaran
  2. Asuransi yang mengancam hasi pertanian di sawah
  3. Asuransi jiwa
  4. Asuransi di lautan dan perbudakan
  5. Asuransi pengangkutan darat dan sungai serta perairan dan juga pedalaman

Sementara untuk yang memang umum diketahui masyarakat memang asuransi kesehatan. Selain itu karena pemerintah juga memberikan fasilitas asuransi, maka sangat dianjurkan untuk masyarakat bisa mendaftarkan diri pada program tersebut.

Biarpun sekarang ini kita melihat bahwa belum sepenuhnya membutuhkan, namun dikemudian hari bisa saja kita sangat membutuhkan. Asuransi ibaratkan sebuah persiapan sebelum suatu hal akan terjadi pada diri kita. Semoga dengan penjelasan ini anda paham apa itu asuransi berdasarkan peraturan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *