Penting Diketahui, Hukum Investasi Reksadana Syariah Menurut Islam

investasi reksadana syariah

Beberapa waktu terakhir reksadana memang menjelma menjadi instrumen investasi yang paling diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda atau generasi millenial. Hal ini tidak mengejutkan karena investasi reksadana memiliki risiko relatif kecil dan keuntungan yang akan diperoleh lebih tinggi jika dibandingkan menabung di bank. Perlu diketahui jika instrumen investasi ini mempunyai beberapa ragam, yaitu investasi reksadana konvensional dan investasi reksadana syariah. 

Seperti yang diketahui bahwa masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Walaupun terdapat jenis reksadana syariah, nyatanya masih banyak yang meragukan investasi reksadana halal atau haram. 

Karakteristik Investasi

1. Pengertian Reksadana dan Efek Syariah

investasi reksadana syariah
Memahami Reksadana dan Efek Syariah

Reksadana merupakan suatu wadah untuk menampung dana masyarakat pemodal yang kemudian dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi ke pasar modal. Misalnya menggunakan efek saham, obligasi, instrumen pasar uang dan sebagainya.

Sedangkan reksadana syariah adalah reksadana yang hanya akan diinvestasikan melalui efek syariah. Maksudnya manajer investasi hanya menginvestasikan dana ke saham-saham syariah, sukuk serta instrumen pasar uang syariah. 

2. Ada Cleansing di Reksadana Syariah

Dalam investasi reksadana syariah terdapat cleansing yang merupakan proses pembersihan pendapatan tidak halal. Pendapatan tidak hala ini adalah pendapatan yang tidak sesuai dengan kaidah syariah. Misalnya pendapatan ribawi yang berasal dari bunga bank.

3. Manajer Investasi 

investasi reksadana syariah
Terdapat Manajer Investasi

Manajer investasi yang ada di jenis reksadana ini harus memenuhi beberapa persyaratan. Adapun persyaratannya adalah harus mempunyai Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS), memiliki tenaga profesional yang mendapatkan izin dari Ahli Syariah pasar Modal (ASPM) dan dikeluarkan oleh OJK. Terakhir harus mempunyai Dewan pengawas Syariah (DPS). 

4. Memiliki Beberapa Jenis 

Reksadana syariah juga mempunyai beberapa jenis yaitu reksadana syariah pasar uang, pendapatan tetap, sukuk, saham offshore dan reksadana syariah saham. Perlu diketahui bahwa untuk memulai investasi ini tidak membutuhkan modal besar. Bahkan ada yang mempunyai ketentuan minimum pembelian dengan nominal Rp 10.000, 50.000, 100.000 dan sebagainya.

Hukum Investasi Reksadana Syariah

investasi reksadana syariah
Hukum Investasi Reksadana Syariah dalam Islam

Sama dengan namanya, reksadana syariah dikelola secara syariah dan menggunakan prinsip mudharabah. Prinsip mudharabah diartikan sebagai sistem atau ikatan ketika seseorang memberikan dana kepada orang lain untuk dikelola. 

Keuntungan yang diperoleh dari dana yang dikelola akan dibagi antara kedua pihak sesuai dengan syarat yang telah disepakati oleh kedua pihak. Akan tetapi perjanjian atau akad yang digunakan merupakan wakalah atau mewakili pengelolaan modal. 

Pemodal sebagai shahibul mal akan ikut menanggung apabila terjadi kerugian yang dialami oleh manajer investasi. Manajer investasi ini sebagai amil atau wakil shahibul mal. Akan tetapi, manajer investasi tidak akan menanggung kerugian yang disebabkan adanya kelalaian yang disengaja.

Selain itu, jenis investasi yang satu ini juga diawasi oleh dewan pengawas syariah (DPS) supaya compliance syariah terjaga. Dalam investasi syariah OJK mewajibkan manajer investasi membuat unit pengelolaan investasi syariah secara khusus. Hal ini dilakukan supaya masyarakat terjaga kesyariahannya. 

Dalam agama islam, seluruh jual beli diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan hukum islam. Seperti halnya investasi reksadana syariah yang tidak bertentangan dengan hukum islam dan tidak menimbulkan riba. Sehingga kaum muslim diperbolehkan untuk menjalankan investasi ini karena memang dijamin halal. 

Itulah hukum investasi reksadana syariah dalam pandangan islam. Semoga informasi di atas bisa meyakinkan pembaca untuk tidak takut mulai menjalankan investasi reksadana syariah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *