Jenis-Jenis Risiko Kecelakaan Kerja yang Ditanggung Oleh Asuransi

risiko kecelakaan kerja

Salah satu risiko yang sewaktu-waktu harus siap dihadapi pekerja adalah resiko kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja seringkali terjadi pada jenis-jenis pekerjaan dengan resiko tinggi. Maka dari itu, untuk melindungi pekerja maka diharuskan untuk mengantisipasinya sejak dini, caranya dengan memiliki asuransi kecelakaan kerja. 

Memiliki asuransi berarti pekerja akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja yang didaftarkan oleh perusahaan. Nah, apa saja jenis-jenis risiko kecelakaan kerja yang ditanggung asuransi? Yuk, langsung saja mencari tatu jawabannya. 

7 Jenis Risiko Kecelakaan Kerja yang Ditanggung Oleh Asuransi 

Meskipun sudah memiliki asuransi bukan berarti bekerja seenaknya sehingga tidak berhati-hati. Kecelakaan kerja bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja sehingga harus tetap berhati-hati saat bekerja. Inilah beberapa jenis risiko kecelakaan kerja yang sering terjadi dan akan ditanggung oleh asuransi.

1. Cedera Otot 

Kecelakaan kerja yang sering terjadi ketika Anda sedang bekerja adalah cedera otot. Cedera otot biasanya terjadi di tempat kerja yang mengharuskan pekerjanya untuk membawa beban cukup berat. Cedera otot biasanya menyerang bagian leher maupun punggung. Supaya tidak mengalami cedera otot saat bekerja maka harus mencari tahu bagaimana teknik mengangkat barang berat dengan benar. 

2. Terjatuh dan Terpleset 

Selain cedera otot, pekerja juga sering terjatuh atau terpeleset saat sedang bekerja. Tidak hanya bekerja di pabrik, karyawan yang bekerja di perusahaan juga beresiko terjatuh atau terpeleset. Terlebih jika melewati area yang tidak rata dan licin. Pekerja yang bekerja di tempat ketinggian juga sangat berisiko untuk terjatuh dari tangga. Maka dari itu, cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjatuh dan terpeleset di tempat kerja yaitu dengan menggunakan alas kaki yang permukaannya kesat.

3. Tertimpa Objek 

Kecelakaan kerja seperti tertimpa objek bisa terjadi dimana saja sehingga harus tetap hati-hati. Meski terbilang sepele tetapi objek yang jatuh dari atas lemari juga bisa menyebabkan cedera, terlebih jika sebelumnya tidak diantisipasi dengan baik. Jika tidak ingin tertimpa objek sebaiknya menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan yang memadai serta menggunakan cara penyusunan yang tidak membahayakan. Cara seperti ini dipercaya bisa mengurangi risiko untuk tertimpa objek.

4. Luka Gores 

Salah satu perlengkapan yang biasanya tersedia di tempat kerja adalah alat pemotong kertas. Saat menggunakan alat ini diharuskan untuk berhati-hati supaya tidak mengalami luka gores. Luka gores juga bisa terjadi akibat terkena bagian pinggir kertas atau paper cut. Apabila kecelakaan kerja seperti ini sering terjadi berarti harus mengetahui cara aman  untuk mengoperasikan alat seperti pemotong kertas dan sebagainya.

5. Menghirup Gas Beracun 

Bekerja di lingkungan kerja yang penuh zat kimia berbahaya dan beracun sangat berisiko untuk mengalami kecelakaan kerja. Misalnya mengalami reaksi alergi di mata atau kulit serta keluhan medis seperti fibrosis paru yang diakibatkan terlalu sering menghirup gas beracun. Langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja ini adalah menggunakan semua perlengkapan yang diwajibkan. 

6. Terpapar Suara Bising 

Setiap hari bekerja di tempat yang bising taruhannya adalah kesehatan telinga. Kondisi ini dikenal dengan nama industrial deafness. Industrial deafness harus ditangani dengan tepat dan benar. Cara penanganannya dengan menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja, pekerja harus mencari jeda untuk berada di tempat sepi setiap interval waktu tertentu.

7. Cedera Karena Gerakan Repetitif

Bekerja di depan komputer ternyata juga berisiko mengalami kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang sering terjadi yaitu risiko cedera karena gerakan repetitif. Cedera karena gerakan repetitif atau repetitive strain injuries merupakan cedera persendian dikarenakan kesalahan gerak atau ketegangan otot yang terjadi secara terus menerus dan dalam jangka panjang. 

Untuk menghindarinya maka diharuskan untuk mengetahui posisi duduk yang benar saat seharian bekerja di depan komputer maupun laptop. Pastikan juga kursi yang digunakan merupakan kursi ergonomis. Cara lain untuk menghindarinya yaitu dengan melakukan peregangan otot secara berkala.

Itulah informasi tentang risiko kecelakaan kerja yang ditanggung oleh asuransi. Meski ditanggung asuransi bukan berarti mengabaikan keselamatan saat bekerja dengan tidak berhati-hati.  Memiliki asuransi untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja merupakan sebuah keharusan. Hal ini dikarenakan jika kecelakaan kerja benar-benar dialami maka tidak akan mendapatkan kerugian yang besar. 

Salah satu perusahaan yang menyediakan asuransi yang bisa melindungi dari kecelakaan kerja adalah AXA Mandiri. AXA Mandiri punya banyak produk asuransi, seperti asuransi mandiri legency plan, asuransi mandiri perlindungan sejahtera, asuransi mandiri perlindungan sejahtera syariah dan masih banyak lagi.