Inilah Syarat dan Ketentuan untuk Mengikuti Lelang Bank Mandiri Syariah

Bank Mandiri Syariah atau Bank Syariah Mandiri yang juga kerap disingkat menjadi BSM, merupakan konversi dari PT Bank Susila Bakti yang semula melakukan sistemnya secara konvensional. BSM sendiri mulai beroperasi sejak 1 November 1999. Banyak layanan yang diberikan oleh BSM untu k para nasabahnya, diantaranya seperti tabungan, giro, deposito, investasi seperti reksadana, pasar perdana dan pasar sekunder, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, secara berkala lelang Bank Mandiri Syariah juga diselenggarakan.

Lelang merupakan proses penjualan barang, yang biasanya terbuka untuk umum dengan proses penawaran harga, baik itu meningkat ataupun menurun hingga akhirnya barang yang ditawarkan mendapat nilai tertinggi. Lantas syarat dan ketentuan apa sajakah yang harus dipenuhi bila ingin mengikuti proses lelang tersebut, berikut ini adalah penjelasannya.

Uang Jaminan

Setiap peserta lelang, wajib menyetorkan uang jaminan penawaran ke rekening  KPKNL atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Melalui bank yang telah ditunjuk dengan kisaran 20% hingga 50% dari harga limit lelang. Di mana bila, uang jaminan penawaran tidak lebih dari RP. 20 juta, bisa disetorkan setidaknya sesaat sebelum lelang dimulai. Namun bila uang jaminan penawaran lelang menginjak angka lebih dari Rp. 20 juta, maka uang harus disetorkan satu hari sebelum lelang dilaksanakan. Uang jaminan tersebut juga hanya berlaku untuk satu barang yang ditawarkan dan akan dikembalikan secara utuh bila peserta lelang tidak disahkan menjadi pembeli.

Pelunasan

Setelah lelang Bank Mandiri Syariah berakhir, maka siapapun yang telah disahkan menjadi pembeli dari barang yang dilelang, maka harus segera melakukan pelunasan. Proses pelunasan bisa dibayar secara tunai maupun giro namun tidak lebih dari 5 hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Jika pelunasan tidak dilakukan, maka pembeli akan terkena sanksi. Bentuk adalah, tidak boleh mengikuti program lelang di seluruh wilayah Indonesia selama 6 bulan lamanya. Dan uang jaminan penawaran tidak akan dikembalikan.

Informasi Mengenai Lelang dari Bank Mandiri Syariah

Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai lelang Bank Mandiri Syariah yang harus Anda ketahui. Bank Mandiri Syariah memiliki banyak kategori barang atau produk yang dilelang dan telah terdaftar secara resmi di KPKNL. Selain tanah, rumah, ruko, masih banyak kategori lainnya yang ditawarkan. Proses lelang sendiri, terjadi karena kredit macet, di mana nasabah tidak bisa menunaikan kewajibannya.

Pada dasarnya, siapapun bisa mengikuti pelaksanaan lelang. Bahkan saat ini, proses lelang juga bisa diikuti secara online. Sehingga memudahkan siapapun mengkasesnya di mana saja. Yang pasti, peserta lelang wajib memiliki KTP, NPWP dan harus disertakan pada saat pendaftaran peserta lelang. Sementara untuk barang yang akan dilelang, biasanya deskripsi lengkapnya akan diumukan pada saat pengumuman lelang.

Peserta lelang Bank Mandiri Syariah juga tidak hanya bersifat pribadi, badan hukum juga bisa mengikuti proses ini. Untuk melengkapi persyaratannya, maka selain KTP, NPWP juga nomor rekening bank, maka harus menyertakan surat kuasa juga AD/ART perusahaan yang mengikuti lelang. Dan ketika seorang atau badan hukum memenangkan lelang, maka harus segera melakukan pembayaran bea lelang yang nilai maksimalnya tidak lebih dari 3%, bea perolehan hak tanah dan bangunan juga bea materai.

Itulah dia syarat dan ketentuan untuk mengikuti lelang bank Mandiri Syariah. Proses lelang yang diselenggarakan resmi dan diketahui oleh negara. Untuk uang jaminan yang hangus juga akan masuk ke dalam kas negara dan tidak menjadi milik bank sebagai peserta lelang. Sementara untuk mendapatkan jadwal lelang, selain melalui KPKNL, Anda juga bisa mencari informasinya di bank yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *