Serunya Menjelajah Museum Bank Indonesia

Serunya Menjelajah Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan salah satu museum cukup menarik di Indonesia, museum yang berada di depan stasiun beos (Stasiun Jakarta Kota). Area yang digunakan ini sebelumnya adalah bekas gedung Bank Indonesia Kota yang tidak lain adalah suatu cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang pada awalnya dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Sejarah Museum Bank Indonesia

Sejarah dari Museum Bank Indonesia ini cukup panjang, pada tahun 1625, tempat ini sebelumnya dibangun untuk tempat beribadah umat Protestan. Pada tahun 1628, gereja ini dibongkar dan diganti fungsinya untuk tempat penyimpanan meriam besar ketika puluhan ribu tentara sultan agung menyerang batavia. Museum ini juga banyak memiliki informasi informasi peran Bank Indonesia dalam sejarah indonesia yang bermulai sebelum datangnya bangsa asing di nusantara hingga terbentuknya BI pada 1953 bersamaan dengan kebijakannya.

Pada awal peresmiannya juga Museum ini memiliki dua tahap yaitu tahap peresmian pertama yang mulai dibuka untuk umum pada 15 desember 2006 oleh gubernur Bank Indonesia yaitu Burhanuddin Abdullah dan pada peresmian tahap ke dua oleh Presiden Republik Indonesia saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 21 Juli 2009.

Koleksi Museum Bank Indonesia

Dengan besarnya Museum Bank Indonesia dan banyaknya koleksi yang dimiliki bank indonesia tidak heran jika museum ini memiliki koleksi-koleksi barang yang cukup unik terutama uang-uang abad awal.

  • Uang Ma

Uang yang satu ini adalah uang yang digunakan pada awal abad ke-14 sampai 16 pada era kejayaan Majapahit dan digunakan di

Uang yang satu ini adalah uang yang digunakan pada awal abad ke-14 sampai 16 pada era kejayaan Majapahit dan digunakan di jawa timur dan sekitarnya. Koin-koin ini dicetak dalam jenis bahan emas, perak ataupun tembaga.

Bentuknya yang cukup kecil dan hampir menyerupai kancing kemeja ini membuat uang ini agak sulit terlihat. Tetapi di museum ini kamu bisa melihat secara jelas bentuk uang Ma ini dengan menggunakan kaca pembesar sehingga pengunjung bisa lebih jelas melihatnya.

  • Uang Gobog

Uang gobog ini sebenarnya jenisnya cukup banyak dan beragam, istilah uang gobog ini biasanya digunakan pertama kali juga disebut

Uang gobog ini sebenarnya jenisnya cukup banyak dan beragam, istilah uang gobog ini biasanya digunakan pertama kali juga disebut gobog wayang dimana awalnya diperkenalkan oleh Thomas Raffles dalam bukunya yaitu History of Java,

Untuk bentuknya juga bulat dengan lubang kotak ditengah karena pengaruh dari koin cash yang berasal dari Cina. Uang koin gobog wayang ini adalah asli buatan dalam negeri pada mulanya juga koin-koin ini ditujukan sebagai persembahan di kuil kuil seperti yang dilakukan di negeri cina ataupun jepang jadi bisa disebut sebagai koin koin kuil.

Setelah mulai meredup dan runtuhnya kerajaan majapahit di Jawa Timur sekitar tahun 1528, mulai lah muncul kerajaan Banten di jawa bagian barat. Kerajaan di banten ini sangat dikenal sebagai kerajaan dengan ibukotanya yang cukup ramai perdagangannya.

  • Uang Picis

Awalnya kesultanan cirebon merupakan sebuah kesultanan islam yang ternama di jawa barat pada aba 15 dan 16 masehi merupakan pangkalan penting dalam jalur pelayaran dan perdagangan antar pulau. Hal itu membuat pelabuhan tersebut menjadi sebuah ‘Jembatan’ antara suatu kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga juga tercipta suatu kebudayaan yang khas adalah kebudayaan cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Sunda maupun Jawa.

Sultan yang memerintah langsung kerajaan cirebon ini menyebarkan pembuatan mata uangnya kepada seorang cina. Uang koin jenis ini dibuat pada abad awal ke 17 dengan di sekelilingnya lubang koin tersebut tulisan cina atau tulisan huruf latin yang bertuliskan CHERIBON.

Nah, sekarang coba deh kalian langsung kunjungi Museum Bank Indonesia, selain wisata kalian juga bisa mendapatkan berbagai macam pengetahuan mengenai sejarah uang pada jaman dahulu so yuk datang dan lihat serunya liburan di Museum yang satu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *