Mengenal Lebih Jauh Mengenai P2P Lending Syariah

P2P lending syariah

Perkembangan P2P lending terus mengalami peningkatan yang begitu pesat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan P2P lending yang telah terdaftar di OJK. Saat ini tidak hanya terdapat P2P lending konvensional tetapi juga sudah muncul P2P lending syariah. P2P lending jenis ini menjadi pilihan yang menarik bagi pelaku UMKM. 

P2P lending itu sendiri merupakan sarana pinjaman secara online. Banyak Masyarakat indonesia terutama orang muslim yang takut menggunakannya karena riba. Namun tidak perlu khawatir karena saat ini juga sudah ada P2P lending syariah yang bisa dipilih. 

Perbedaan P2P Lending Syariah dengan Konvensional 

P2P lending syariah
Perbedaan Sistem Syariah dengan Konvensional

Perkembangan keuangan syariah seperti P2P syariah sangat penting dimanfaatkan oleh masyarakat muslim. Pilihan ini bisa dijadikan sebagai jalan keluar finansial untuk terbebas dari yang namanya riba dan hal yang dilarang oleh islam. Apa perbedaan antara P2P lending syariah dengan konvensional. Berikut penjelasannya.

1. Akad

Perbedaan P2P lending syariah dengan konvensional yang pertama adalah akad. Ketika terjadi pinjaman pastinya antara P2P, pemberi pinjaman dan juga penerima pinjaman pasti ada akad yang telah disepakati bersama sejak awal. Beberapa akad yang digunakan dalam lending sistem syariah adalah Al-Qardh, Wakalah Bil Ujrah, dan Mudharabah Muqayyadah.

2. Riba 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memiliki aturan resmi mengenai berapa bunga P2P lending, sehingga bunga yang dibebankan oleh P2P lending konvensional bisa bermacam-macam. Namun, hal ini berbeda dengan P2P lending syariah. Dimana dalam P2P lending syariah tidak ada sistem bunga yang memberatkan.

Prinsip yang digunakan oleh lending syariah disesuaikan dengan syariat islam. Hal ini berarti melarang adanya riba. Keuntungan yang diperoleh oleh peminjam dari usaha ini akan dibagi hasil bersama dengan pemberi pinjaman.

3. Risiko 

Sema risiko yang terjadi dari kesepakatan usaha ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak. Berbeda dengan P2P lending konvensional. Pasalnya, jika usaha yang dijalankan mengalami kerugian atau bangkrut, maka peminjam tetap diharuskan untuk membayar pinjaman serta bunganya. 

Keuntungan Dari Jenis Lending dengan Sistem Syariah 

P2P lending syariah
Kelebihan Sistem Lending Syariah

Ada banyak keuntungan P2P lending syariah. Keuntungan tersebut antara lain sesuai dengan prinsip syariah yang begitu penting bagi umat islam. Berikutnya, timbal balik yang diperoleh tanpa dikurangi dengan biaya apapun sehingga membuat banyak orang puas menggunakannya. 

Keuntungan lainnya yaitu analisis yang dilakukan mampu untuk mengukur risiko tinggi, proses pendanaan begitu mudah sehingga banyak orang tertarik untuk menggunakannya, Sedangkan kelebihan dari P2P lending yaitu dilakukan secara online dan minimal pinjaman sebesar 5 juta rupiah. sangat cocok untuk pengusaha di bidang UMKM. 

Perusahaan P2P Lending Syariah yang Terdaftar di OJK 

P2P lending syariah
Perusahaan Lending yang Berbasis Syariah

1. Kapitalboost.com

Pertama adalah Kapitalboost.com. Kapitalboost merupakan perusahaan P2pP lending syariah yang memberikan dana untuk membantu usaha kecil dalam memenuhi kebutuhan keuangan. Keuntungan yang diperoleh berasal dari kesepakatan jangka pendek sesuai dengan hukum syariah.

2. Investree Syariah

Investree syariah juga merupakan perusahaan yang telah terdaftar dalam OJK. Perusahaan yang satu ini juga menggunakan aturan islam di setiap transaksi yang dilakukan. Manfaat yang diperoleh jika menggunakan jasanya adalah tidak ada bunga serta beban biaya dengan transparansi sangat baik.

3. Amartha.com

Prinsip yang digunakan oleh Amartha adalah tanggung renteng. Sasaran dari perusahaan ini adalah pengusaha kecil yang sedang membutuhkan dana. Transparansi yang ada di Amartha bisa dibilang sangat terjamin dengan sangat baik.

4. Ammana.id

Perusahaan lending yang satu ini menjalankan layanan pinjam meminjam dengan menggunakan syariat agama islam. Kelebihan dari Ammana adalah telah terdaftar di OJK. Pada akhirnya akan menambah rasa percaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keuangan.

5. Dana Syariah 

Dana syariah juga menjadi salah satu perusahaan lending yang terdaftar di OJK dengan sistem syariah. Perusahaan ini bergerak di bidang utama mereka yaitu properti. Jenis akad yang digunakan adalah jenis akad Murabahah.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan P2P lending syariah dengan konvensional. Sekaligus dengan keuntungan dari sistem syariah ini. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan yang bermanfaat untuk pembaca semuanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *