Mencari Tahu Perbedaan Likuidasi dan Pailit Dalam Dunia Keuangan

perbedaan likuidasi dan pailit

Banyak orang kesulitan dalam membedakan tentang pailit dan bangkrut. Padahal kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Pailit terjadi karena ketidakmampuan peminjam untuk mengembalikan uang atau pinjaman dan bunganya. Dari sini saja sudah diketahui jika pailit dan bangkrut sudah berbeda. Lalu apa perbedaan likuidasi dan pailit? 

Apa itu Pailit? 

perbedaan likuidasi dan pailit
Memahami Pengertian Pailit

Menurut UU Kepailitan, pailit bisa diartikan sebagai sita umum atau semua kekayaan debitur pailit. Pengurusan dan juga pembersihannya dilakukan oleh kurator yang ada dibawah pengawasan Hakim Pengawas. Proses ini sudah diatur dalam Undang-undang. Lalu apa perbedaan likuidasi dan pailit? 

Ketika debitur tidak bisa membayar semua utangnya maka harta debitur akan dibagi kepada para kreditur (yang memberi pinjaman). Jumlah yang dibagikan berdasarkan keputusan maupun aturan undang-undang yang berlaku. Ketika meminjam uang debitur akan memberikan jaminan berupa harta yang dimiliki. 

Sebelum dinyatakan pailit, pihak kreditur terlebih dahulu harus mengajukan pailit sesuai dengan prosedur yang berlaku. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu siapa yang berhak mengajukan pailit, apa saja syaratnya dan bagaimana langkah-langkah untuk mengajukannya. Setelah semua itu dipahami maka tinggal mengajukan saja. 

Perbedaan Likuidasi dan Pailit 

1. Pengertiannya 

Likuidasi merupakan pembubaran suatu perusahaan sebagai badan hukum dan juga pemberesan harta kekayaan dengan cara menjual aset, penagihan piutang, pelunasan utang serta penyelesaian sisa harta. Likuidasi ini sangat berkaitan erat dengan masalah finansial. Biasanya perusahaan yang likuidasi memiliki total utang lebih besar dibanding total harta.

Pailit atau kepailitan merupakan kata yang berasal dari Bahasa Prancis dengan arti kemacetan pembayaran. Pailit itu sendiri merupakan kondisi ketika debitur kesulitan keuangan untuk membayar seluruh utangnya dan dinyatakan oleh pengadilan niaga. Sampai ke tahap pengadilan karena debitur sudah tidak lagi bisa untuk membayar semua utangnya.

2. Penyebabnya 

perbedaan likuidasi dan pailit
Perbedaan Likuidasi dan Pailit dari Penyebabnya

Terjadinya likuidasi dikarenakan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut adalah pengelolaan uang yang buruk, tingkat likuiditas rendah dan penerapan strategi yang salah. Selain itu, penyebab likuidasi yaitu adanya kecurangan internal, kehendak mayoritas pemegang saham, masa perizinan perusahaan sudah berakhir dan sebagainya.

Adapun penyebab suatu perusahaan pailit adalah tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen, terlalu fokus pada pengembangan produk, mengalami ketakutan yang berlebihan. Penyebab lainnya yaitu berhenti untuk melakukan inovasi baru dalam bisnis, kurang mengamati pergerakan pesaing atau kompetitor dan sebagainya.

3. Tahapannya

Proses likuidasi tidak bisa dilakukan dalam sekejap karena harus melalui beberapa tahapan. Adapun beberapa tahapan yang harus dilalui adalah pengumuman dan pemberitahuan pembubaran perusahaan, pencatatan dan pembagian kekayaan, pengajuan keberatan kreditor. Langkah selanjutnya pertanggungjawaban likuidator dan pengumuman hasil likuidasi.

Tahapan pailit yaitu ada permohonan pailit dengan syarat sesuai dengan UU No 4 Tahun 1998. Adapun syarat untuk melakukan pailit yaitu ada utang, utang tersebut minimal satu tahun telah jatuh tempo, ada kreditur dan juga debitur. Selain itu ada permohonan pernyataan pailit serta pernyataan pailit oleh pihak Pengadilan Niaga. 

4. Pihak yang Mengajukan

perbedaan likuidasi dan pailit
Perbedaan Likuidasi dan Pailit dari Pihak yang Mengajukan

Likuidasi bisa dilakukan atas permohonan dari Direksi selaku pengurus dan juga pihak yang berwenang dalam mewakili perseroan. Direksi bisa mengajukan usulan kepada para pemegang saham untuk melakukan pembubaran Perseroan. Atas dasar itulah kemudian pemegang saham akan menyelenggarakan dan memutuskan dalam RUPS.

Beberapa pihak yang bisa mengajukan pailit adalah atas permohonan debitur, permintaan satu atau lebih kreditur. Pihak selanjutnya yaitu kejaksaan atas kepentingan umum dan Bank Indonesia dalam hal debitur merupakan lembaga bank. Selain itu, Badan Pengawas Pasar Modal ketika debitur yang merupakan perusahaan efek

5. Kesimpulannya 

Kesimpulannya adalah likuidasi dilakukan dalam upaya pembubaran badan hukum. Untuk pailit tidak dilakukan dalam rangka pembubaran badan hukum. Selain itu juga tidak berakibat pada pembubaran badan hukum yang dipailitkan. Pada intinya keduanya sangat berbeda. 

Nah itulah pengertian pailit dan juga perbedaan likuidasi dan pailit. Diharapkan pembahasan diatas bisa membuat pembacanya lebih paham mengenai perbedaan likuidasi dengan pailit. Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca semuanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *