Memahami Perbedaan Pasar Terbuka dan Tertutup dalam Ekonomi

perbedaan pasar terbuka dan tertutup

Sebelum menjelaskan mengenai perbedaan pasar terbuka dan tertutup, terlebih dahulu akan dijabarkan mengenai pengertian pasar terbuka dan tertutup. Pasar terbuka merupakan sistem ekonomi yang tidak memiliki hambatan terhadap aktivitas pasar bebas. Dimana siapapun bisa berpartisipasi dalam pasar terbuka. 

Sedangkan pengertian pasar tertutup adalah sektor kegiatan ekonomi yang melibatkan transaksi ekonomi ilegal. Pada khususnya pembelian dan penjualan barang dagangan secara tidak sah. Barang-barang yang dijual bisa barang ilegal, seperti penjualan obat-obatan terlarang, penjualan senjata dan sebagainya. 

Apa Perbedaan Pasar Terbuka dan Tertutup? 

perbedaan pasar terbuka dan tertutup
Memahami beda dari pasar terbuka dan tertutup

Pasar terbuka merupakan kebalikan dari pasar tertutup. Dimana pasar ini bisa membatasi siapa saja yang bisa berpartisipasi. Selain itu, juga bisa mengizinkan penetapan harga yang ditentukan dengan metode apapun diluar permintaan dan penawaran dasar. 

Sementara itu, pasar tertutup yang sering disebut sebagai pasar proteksionis. Pasar ini akan berupaya untuk selalu melindungi produsen domestiknya dari persaingan internasional. Kedua pasar tidak sepenuhnya terbuka atau tertutup, akan tetapi jatuh di antara kedua kondisi tersebut.

Dasar Perbedaan Perusahaan Terbuka dan Tertutup

1. Dasar Hukum

Perbedaan perusahaan terbuka dan tertutup yang pertama terletak pada dasar hukum. Dasar hukum dari perusahaan terbuka yaitu UU No. 8 Tahun 1985 tentang Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Sedangkan dasar hukum perusahaan tertutup yaitu UU No 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya.

2. Definisi

perbedaan pasar terbuka dan tertutup
Perbedaan definisi dari kedua jenis perusahaan ini

Definisi perusahaan terbuka menurut pasal 1 angka 7 UUPT ada dua. Pertama, perseroan publik merupakan perusahaan yang memenuhi kriteria jumlah pemegang saham. Selain itu, juga modal yang dimiliki disetor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di pasar modal. 

Kedua, definisinya yaitu perseroan melakukan penawaran umum. Dimana emiten melakukan kegiatan penawaran efek untuk menjual efek kepada masyarakat. Penawaran dilakukan berdasarkan tata cara yang telah diatur dalam uu dan peraturan pelaksanaannya.

Adapun definisi dari perusahaan tertutup adalah suatu perusahaan terbatas. Dalam hal ini belum pernah menawarkan saham yang dimiliki kepada publik melalui penawaran umum. Jumlah pemegang sahamnya belum sampai kepada jumlah pemegang saham dari perusahaan publik.

3. Saham Terdaftar

Perbedaannya juga terletak pada saham terdaftar. Saham yang dimiliki oleh perseroan atau perusahaan terbuka telah terdaftar dalam bursa efek. Sedangkan saham yang dimiliki oleh perseroan atau perusahaan tertutup tidak terdaftar dalam bursa efek.

4. Kewajiban Pelaporan

perbedaan pasar terbuka dan tertutup
Dasar dan kewajiban pelaporan keduanya

Perusahaan terbuka memiliki kewajiban untuk memberikan laporan kepada Bapepam atau Badan Pengawasan Pasar Modal. Kewajiban ini telah diatur dalam pasal 85 UUPM. Sedangkan perusahaan tertutup tidak memiliki kewajiban untuk memberikan laporan kepada Bapepam.

5. Istilah Pemegang Saham Minoritas

 Pemegang saham yang sahamnya berada dalam perusahaan terbuka tidak terlalu banyak dan biasanya disebut dengan pemegang saham independen. Ketika perusahaan terbuka melakukan merger, akuisisi maupun konsolidasi maka harus memperhatikan kepentingan dari pemegang saham independen tersebut.

Untuk pemegang saham yang sahamnya ada dalam perusahaan tertutup jumlahnya juga tidak terlalu banyak dan biasa disebut dengan nama pemegang saham minoritas. Ketika perusahaan tertutup melakukan merger, akuisisi, maupun konsolidasi maka tidak harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham minoritas.

Akan tetapi, pemegang saham minoritas bisa meminta supaya sahamnya dibeli dengan harga yang wajar seperti apa yang telah dijelaskan dalam pasal 62 ayat 1 UUPT. Hal ini dikarenakan adanya prinsip “one share one vote” atau setiap saham memiliki satu hak suara kecuali anggaran dasar menentukan lain (pasal 84 UUPT).

Nah itulah penjelasan mengenai perbedaan pasar terbuka dan tertutup. Diharapkan informasi diatas mudah dipahami dan bisa menambah pengetahuan yang dimiliki. Semoga bisa memberikan banyak manfaat untuk para pembacanya. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *