Yang Harus Dipahami Perihal Perizinan Usaha dan Jenis-jenisnya

perizinan usaha

Saat ini masyarakat banyak yang mulai memiliki kesadaran untuk memiliki bisnis atau usaha sendiri. Keberadaan usaha itu sendiri bisa meningkatkan perekonomian diri sendiri dan orang lain. Terlebih jika usaha yang dijalankan menciptakan lapangan kerja. Namun menjalani suatu usaha tidak hanya memerlukan modal saja tetapi juga harus mengurus perizinan usaha. 

Perizinan ini merupakan satu hal yang cukup penting dan tidak boleh dilupakan oleh pelaku usaha. Setiap usaha yang dijalankan membutuhkan perizinan dari instansi yang berwenang. Namun terlebih dahulu harus mengetahui pengertian dan juga jenis-jenisnya.

Pengertian Perizinan Usaha 

Perizinan usaha adalah persetujuan dan pemberian izin dari pihak berwenang kepada seorang pelaku usaha atau perusahaan atas penyelenggaraan suatu usaha . Keberadaan perizinan usaha ini sangat penting.  Karena nantinya akan dijadikan suatu alat untuk pembinaan, pengarahan, pengawasan dan pengelolaan usaha. 

Mengurus perizinan ini wajib dilakukan supaya bisa tercapai ketertiban di dalam usaha. Dengan kata lain, perizinan usaha ini adalah identitas dari suatu usaha sehingga usaha yang dijalankan legal dan sah karena mendapatkan izin dari pihak berwenang. Usaha baru dapat dijalankan ketika sudah memiliki izin ini. 

Suatu usaha yang telah mendapatkan izin maka bisa menjamin keamanan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Selain itu, sebagai warga negara yang baik harus menjalankan peraturan pemerintah. Untuk itu pelaku usaha harus mengurus perizinan usaha supaya usaha yang dijalani berjalan dengan lancar.

Jenis-jenis Perizinan yang Umum Dikenal

1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

perizinan usaha
Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan

Jenis perizinan usaha yang pertama adalah surat izin usaha perdagangan atau SIUP. Ini merupakan surat izin supaya bisa melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. SIUP itu sendiri bermanfaat untuk memudahkan masyarakat dalam meminjam dana ke Bank maupun ke lembaga keuangan lainnya. Mengurus SIUP juga wajib dilakukan.

2. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)

Keberadaan surat keterangan domisili perusahaan ini  menjadi pertanda kejelasan lokasi usaha yang dibangun. Biasanya SKDP ini dikeluarkan oleh kelurahan dengan izin lurah. Mengurus SKDP ini juga wajib supaya tidak terkena masalah di kemudian hari. 

3. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Tujuannya adalah terlaksananya pembangunan yang berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan SDA dengan bijaksana. Dengan memiliki AMDAL berarti sudah terlebih dahulu tercipta kajian mengenai dampak yang terjadi atas berdirinya suatu usaha. Perlu diketahui jika AMDAL untuk mengkaji dampak bukan surat izin membangun usaha.

4. Nomor Induk Berusaha (NIB)

perizinan usaha
Memiliki Nomor Induk untuk Usaha

Keberadaan nomor induk berusaha ini sangat membantu dalam mendirikan suatu usaha. Alasannya karena pelaku usaha tidak perlu mengurus surat izin usaha lainnya, seperti SIUP.  NIB itu sendiri merupakan identitas berusaha dan bisa digunakan untuk mendapatkan izin usaha dan izin komersial atau operasional.

5. Nomor Rekening Bank (NRB) 

Dalam suatu usaha keberadaan nomor rekening bank cukup penting demi kelancaran. NRB ini berfungsi untuk alat transaksi keuangan dalam usaha melalui Bank. Tujuannya supaya transaksi berjalan lebih mudah, cepat dan efisien.

6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 

perizinan usaha
Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak

Dalam mencari suatu izin usaha salah satu syaratnya adalah NPWP. NPWP itu sendiri berfungsi sebagai tanda pengenal atau identitas wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Misalnya pengisian SPP, dan keperluan lainnya yang berhubungan dengan dokumen perpajakan.

7. Izin Mendirikan Usaha (IMB)  

Setiap pembangunan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia, sesuai Perda dan Undang-undang diwajibkan untuk memiliki IMB. Keberadaan IMB berkaitan dengan keselamatan akibat pembangunan bangunan yang didirikan  dan berkaitan dengan penataan tata ruang. Memiliki IMB berarti bangunan yang didirikan telah memenuhi persyaratan. 

Itulah penjelasan tentang pengertian perizinan usaha dan jenis-jenisnya. Diharapkan penjelasan diatas bisa menambah pengetahuan tentang perizinan usaha. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat untuk pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *