Pengertian Saham Gorengan dan Keamanannya dalam Investasi

saham gorengan

Beberapa waktu terakhir saham gorengan menjadi sorotan otoritas bursa dan juga pasar modal. Tidak hanya saja, saham ini juga disorot oleh pemerintah Indonesia. Hal ini dikarenakan investor yang terlibat tidak mendapat keuntungan tetapi justru mengalami kerugian yang besar. Jika Anda belum tahu mengenai saham ini, simak uraiannya dibawah ini

Definisi Saham Gorengan 

saham gorengan
Pahami pengertian dari saham gorengan

Saham gorengan merupakan saham dengan kualitas dan likuiditas rendah serta memiliki fundamental yang jelek. Saham ini biasanya dimainkan oleh bandar untuk memanipulasi pasar dengan tujuan tertentu. Meskipun nikmat, saham ini sangat beresiko layaknya kolesterol yang ada di “gorengan”.

Pada umumnya saham ini merupakan saham lapis kedua dan ketiga. Saham ini memiliki jumlah investor lebih sedikit dari saham lapis pertama atau big cap. Minimnya jumlah investor membuat saham ini mudah dikontrol oleh bandar.

Ciri-ciri dari Saham yang Tidak Kredibel

saham gorengan
Mengetahui ciri-ciri saham yang tidak kredibel

1. Masuk Daftar UMA (Unusual Market Activity)

Saham ini biasanya mengalami kenaikan yang sangat ekstrim selama lebih dari 2 hari. Ekstrim disini berarti naik diatas batas ARA (auto reject atas) atau terbesar harian. Biasanya saham ini naik diatas 20% dan bahkan ada yang sampai 35% per hari, tergantung dari harga saham tersebut.

Karena kenaikan yang sangat ekstrim, maka saham ini akan masuk radar bursa. UMA akan menjadi sebuah alarm atau peringatan bagi setiap investor dan trader. Kenaikan atau penguatan harga dengan persentase yang sangat besar merupakan diluar kebiasaan dan ada kemungkinan bahwa saham tersebut sedang dibandari oleh predator pasar.

2. Volume dan Nilai Transaksi Harian yang Tidak Wajar

Saham tersebut merupakan saham dengan kapitalisasi pasar yang kecil dan masuk kategori lapis dua atau tiga. Namun dengan volume dan nilai transaksi harian yang sangat tinggi dibanding saham sejenis. Bahkan bisa menyamai saham blue chip (unggulan).

Dengan kapitalisasi pasar yang kecil akan membuat saham ini mudah dipermainkan. Bandar dapat dengan mudah mengelola saham-saham ini. Tujuannya yaitu menjadi komoditas di pasar modal yang sangat menggiurkan.

3. Bid dan Offer yang Tidak Wajar

Saham ini akan ditransaksikan dalam jumlah besar, namun posisi memiliki bid dan offer tipis. Artinya, setiap harga antrean (baik bid maupun offer) tidak merata. Bahkan sering hanya 1 lot per harga yang akan memudahkan bandar mempermainkan saham tersebut. bandar akan dengan mudah menaikkan dan menjatuhkan harga saham ini.

4. Tidak Dapat Dianalisa

Kinerja keuangan saham ini tidak akan setinggi kenaikan harga sahamnya serta rasio keuangan dan valuasi terkadang terlalu tinggi (tidak masuk akal). Apabila dibandingkan harga saham pesaing terdekatnya. Tentu ini membuat saham ini tidak dapat dianalisa secara fundamental.

Saham ini juga tidak dapat dianalisa secara teknikal, karena pergerakan harga yang sangat fluktuatif. Bahkan jarang ditransaksikan. Hal inilah yang membuat saham ini tidak memiliki atau tidak memunculkan indikator yang dapat digunakan untuk Analisa teknikal.

5. Berasal dari Saham Lapis Tiga

Saham lapis tiga merupakan saham yang memiliki kapitalisasi dibawah 500 miliar. Selain itu, harga saham per lembarnya rata-rata relatif murah. Seperti 50 hingga 100 perak per lembar. Kondisi ini akan membuat investor berlomba-lomba untuk memborongnya supaya mendapatkan return yang besar. 

Bagaimana Tingkat Keamanannya dalam Berinvestasi?

saham gorengan
Tingkat keamanan investasi yang rendah

Saham gorengan merupakan saham dengan keamanan rendah atau tidak aman. Karena tidak dapat dianalisa baik dengan analisa fundamental maupun teknikal, membuat investasi di saham ini akan sangat rentan. Investor yang terlibat juga sangat rentan mengalami kerugian dengan jumlah besar. 

Namun jangan khawatir. Bagi yang sudah terlanjur berinvestasi di saham ini, BEI akan melindungi investor. BEI merupakan pihak yang menaungi emiten di bursa saham akan berperan sebagai pelindung. 

Sebagaimana yang tertuang di UU tentang pasar modal, tugas BEI adalah melindungi investor dari praktik saham yang tidak sehat. BEI dapat melakukan beberapa tahapan. Mulai dari pencegahan sampai penghapusan (delisting) emiten/saham dari daftar BEI.

Nah itulah pengertian saham gorengan dan tingkat keamanannya dalam berinvestasi. Diharapkan dengan penjelasan diatas Anda jadi tahu lebih dalam mengenai saham satu ini. Semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *