Awal Mula Sejarah Bank Indonesia, Apa Sih Tugas dan Tujuannya?

sejarah bank indonesia

Bank Indonesia atau yang sebelumnya memiliki nama De Javasche Bank. pada zaman dahulu tepatnya pada zaman hindia belanda sejarah Bank Indonesia memiliki cerita yang cukup panjang sampai menjadi seperti hari ini. Pada awalnya BI memiliki tujuan utama yaitu memelihara dan juga mencapai kestabilan dari mata uang Indonesia yaitu rupiah. Kestabilan dari rupiah ini memiliki dua aspek dimana kestabilan rupiah itu terhadap barang dan juga jasa dan satunya lagi kestabilan terhadap mata uang asing.

De Javasche Bank
De Javasche Bank, Bank Indonesia Tempo Doeloe

Untuk mendapatkan tujuan tersebut BI harus didukung oleh tiga pilar ini. Tiga bidang tugas ini yaitu yang pertama melaksanakan dan menetapkan kebijakan moneter, mengatur dan mengawasi perbankan di seluruh indonesia dan yang terakhir mengatur kelancaran sistem pembayaran. Ketiganya itu perlu diintegrasi agar tujuan utamanya ini bisa dicapai dengan efektif dan efisien.

Sekarang dengan pengalihan tanggung jawab kepada Otoritas jasa keuangan untuk membantu mengatur dan mengawasi perbankan, tetapi tanggung jawab tersebut belum sepenuhnya diberikan kepada OJK karena, BI juga masih memiliki wewenang itu tetapi lebih ke arah aspek makroprudensial atau sistem perbankan secara makro.

BI juga adalah satu-satunya lembaga yang mempunya hak untuk mengedarkan mata uang rupiah di negeri kita ini. Sekarang BI dipimpin oleh Agus Martowardojo mantan menteri keuangan era 2010-2013.

Tugas dan Tujuan Bank Indonesia

Seperti yang sudah dibahas diatas. Dengan kapasitasnya sebagai bank sentral, BI memiliki satu tujuan tunggal yaitu memelihara dan mencapai kestabilan nilai rupiah. Kestabilan yang dimaksud ini mengandung dua aspek yang pertama yaitu suatu nilai uang terhadap barang maupun jasa, lalu yang kedua yaitu kestabilan terhadap mata uang asing. Pada aspek yang pertama ini akan langsung tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara pada aspek lainnya terlihat pada perkembangan nilai tukar rupiah dengan mata uang asing.

Jadi, tercapai atau tidaknya tujuannya ini akan dapat diukur dengan jelas dan mudah. Selain itu untuk mendukung tujuan diatas ada tiga pilar utama yang harus diperhatikan ketiga pilar tersebut yaitu :

  • Mengatur dan menjaga kelancaran suatu sistem pembayaran
  • Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
  • Mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia

Kewenangan Bank Indonesia

Bank Indonesia juga memiliki tanggung jawab dan wewenang terhada jalannya perbankan di indonesia yang tidak dapat dipisahkan dengan suatu pelaksanaan tugasnya.

  • Dalam melaksanakan tugasnya menetapkan dan melaksanakan suatu kebijakan moneter, dengan wewenang yang dimilikinya untuk menentukan sasaran moneter untuk memperhatikan laju inflasinya. Yang kedua, melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan macam-macam instrumen kebijakan moneter.
  • Menjaga dan mengatur kelancaran dari suatu sistem pembayaran, BI diberikan kewenangan yaitu : meliputi, mengedarkan, mengeluarkan, menarik dan memusnahkan mata uang rupiah seperti juga menetapkan, ciri, harga, bahan yang digunakan, serta tanggal berlakunya. Meliputi kewenangan dan tentunya memberikan suatu izin kepada pihak lain untuk menyelenggarakan jasa sistem pembayaran
  • Dalam rangka melaksanakan tugas untuk mengawasi dan mengatur bank, mereka juga memiliki kewenangan seperti : menetapkan beberapa peraturan pada bidang perbankan, mengenakan sanksi kepada bank sesuai ketentuan perundang-undangan, memberikan dan mencabut izin yang ada dari suatu lembaga atau kegiatan usaha tertentu dan melaksanakan pengawasan terhadap bank bank tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dewan Gubernur BI

Dalam melaksanakan tugasnya Bank Indonesia dipimpin oleh seorang dewan gubernur. Dewan ini terdiri dari seorang gubernur sebagai pimpinan dibantu juga dengan seorang deputi gubernur senior untuk wakil dan kurang lebih empat sampai 7 deputi gubernur. 

Pengambilan keputusan

Sebagai suatu forum pengambilan keputusan tertinggi ada rapat atau meeting dewan gubernur yang diselenggarakan satu bulan sekali untuk menetapkan suatu kebijakan umum di bidang moneter atau sekurang-kurangnya sekali seminggu untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan dari beberapa kebijakan moneter atau menetapkan kebijakan lainnya yang lebih strategis dan prinsipil.

Untuk kamu yang ingin langsung mengunjunginya untuk mencari informasi ataupun sekedar ingin menukar uang rusak yang kamu miliki bisa langsung datang ke alamat Bank Indonesia yang berada di Jln. M.H Thamrin, No. 2 Menteng, Jakarta Pusat 10310 atau hubungi no (021) 500-131.

4 Comments

  1. Nah postingan kali ini sangat bermanfaat, saya sering berkunjung dan membaca postingan disini.

    Emang keren-keren kontennya. Salah satu blog yang recommended deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *